Ratusan Reklame Bakal Dirobohkan Paksa

26 Apr 2017, 09:29

Pemerintah Kota Bekasi bakal menyegel ratusan reklame berbagai ukuran yang terbukti belum membayar pajak serta tidak melaporkan asuransi jaminan masa kontruksi. Pemerintah memberi batas 30 hari. Jika tidak memenuhi persyaratan papan reklame itu bakal ditebang.

”Tahap awal segel, kemudian menutup dengan kain, terakhir ditebang,” kata Kepala Dinas Pekerjaan umum dan Penataan Ruang, Kota Bekasi Tri Adhianto.

Dia menambahkan, penertiban reklame sudah berjalan sejak beberapa bulan belakangan. Total reklame yang terdata sebanyak 1.145 titik, terdiri dari berbagai ukuran termasuk lima reklame yang terpasang dijembatan penyeberangan orang.

”Kami baru menseriusi pendataan ini, karena jumlahnya saja sampai sekarang kami masih mendata,” jelasnya.

Menurut Tri juga, pihaknya tak segan-segan menebang papan reklame jika pengusaha reklame tersebut tak segera membayar pajak, serta menunjukkan asuransi berikut jaminan kontruksi. ”Kalau mereka masih tidak menghiraukan anjuran ini, kami akan tebang,” katanya.

Bukan hanya menyegel, kata Tri, pihaknya telah menemukan papan reklame dengan ukuran besar telah melebihi masa kelola. Rencananya, pemerintah akan segera mengambil alih pengelolaan reklame tersebut dari pihak swasta.

Pasalnya, swakelola papan reklame itu hanya diberikan selama lima tahun. "Setelah lima tahun dikelola pengembang, maka reklame itu akan kami ambil alih,” jelasnya.

Keseriusan melakukan penertiban reklame, kata Tri, untuk menargetkan perolehan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp 80 miliar. Menurutnya, tahun 2016 lalu target hanya mencapai Rp 40 miliar dari target Rp 60 miliar. Kedepan Tri akan melakukan sweeping kepada seluruh pelaku usaha yang ada dipinggir jalan.

Sebab, dia menduga banyak reklame berdiri tanpa ada izin prinsip. Khususnya reklame yang menyatu dengan pendirian bangunan usaha. “Karena izin reklame dengan pendirian bangunan usaha sangat berbeda, jadi tidak bisa disatukan,” imbuhnya. (dny/yuz/JPG)

Sumber : jawapos.com/read/2017/04/18/124133/ratusan-reklame-bakal-dirobohkan-paksa