Saya adalah salah satu nasabah BPD yang ada di Indonesia.

06 Apr 2017, 15:50

Dalam Fasilitas kredit saya di Bank tersebut adalah KPR plafon 245 juta dalam jangka waktu 15 tahun. kredit saya cair di bulan Oktober 2012. Bulan Maret tahun ini saya melunasi fasilitas KPR saya.

Yang ingin saya tanyakan ialah, bagaimana proses pengajuan refund atas asuransi jiwa dan bangunan atas nama saya ? Sebagai informasi saya blm menerima bukti polis asuransi dari pihak bank. Terima kasih.

Jawaban :

Terima kasih sebelumnya atas chating online Ibu kepada kami. Kami sekaligus memohon izin Ibu, agar jawaban ini dapat pula kami masukkan sebagai bahan dalam rubrik konsultasi di website ini. Hal ini kami maksudkan sebagai informasi bagi stakeholder lain, terkait permasalahan yang sama. Berikut jawaban kami.

1. Sebagaimana termuat dalam pasal 1 Undang-undang no 40 tahun 2014, yang dimaksud dengan Asuransi adalah perjanjian antara dua pihak, yaitu perusahaan asuransi dan pemegang polis, yang menjadi dasar bagi penerimaan premi oleh perusahaan asuransi sebagai imbalan untuk:

a. memberikan penggantian kepada tertanggung atau pemegang polis karena kerugian, kerusakan, biaya yang timbul, kehilangan keuntungan, atau tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang mungkin diderita tertanggung atau pemegang polis karena terjadinya suatu peristiwa yang tidak pasti; atau
b. memberikan pembayaran yang didasarkan pada meninggalnya tertanggung atau pembayaran yang didasarkan pada hidupnya tertanggung dengan manfaat yang besarnya telah ditetapkan dan/atau didasarkan pada hasil pengelolaan dana.

2. Asuransi Kredit adalah salah satu produk ASKRIDA, yang dengannya kami, selaku Penanggung, mengikatkan diri, dalam suatu perjanjian, dengan pihak lain sebagai tertanggung (dalam hal ini Bank BPD), untuk melindungi mereka dari risiko atas fasilitas kredit yang telah diberikannya (termasuk apabila nasabah bank, gagal dalam melaksanakan kewajibannya). Segala bentuk komunikasi pertanggungan asuransi kredit akan dilakukan dari-antara dan kepada kedua belah pihak dimaksud, yaitu antara Bank dan ASKRIDA. Dengan begitu, segala bentuk komunikasi yang bersifat teknis, tidak dapat kita lakukan kecuali melalui perantaraan bank. (Pihak bank memiliki prosedur yang baik untuk mengidentifikasi/memverifikasi pihak-pihak bekepentingan).

3. Mirip dengan point kedua, dalam hal perolehan/pemberian kredit, bank akan mengadakan akad tertentu, kepada masing-masing nasabahnya secara eksklusif. Termasuk kepada Ibu. Pihak asuransi baru akan dilibatkan setelahnya, sesuai kebijakan bank dalam pengendalian risiko. Data-data nasabah yang dapat diberikan bank kepada pihak asuransi sangat ketat, hanya terkait data-data yang dibutuhkan dalam pertimbangan akseptasi risiko, termasuk pada kesempatan survey di lokasi nasabah. Hal ini dilakukan bank demi menjaga prinsip kerahasiaan nasabahnya.

Dari point pertama hingga ketiga, kami berharap Ibu dapat memahami posisi kami. Terkait permasalahan refund premi. Masing-masing bank memiliki prosedur tersendiri. Untuk lebih jelasnya, kami sarankan Ibu untuk menghubungi contact person di bank bersangkutan.

4. Sekadar informasi, bahwa data yang kami butuhkan umumnya adalah :

  1. Data-data pertanggungan nasabah (termasuk data nasabah, jangka waktu asuransi, dan premi)Data dimaksud akan kami cocokkan dengan database kami.
  2. Data penghentian pertanggungan (termasuk surat pemberitahuan, tanggal penghentian, penyebab). dan,
  3. Data progress pertanggungan hingga saat penghentian pertanggungan. (termasuk biaya-biaya dan catatan klaim jika ada)

5. Data-data pada point 4, selain ditujukan untuk menverifikasi kebenaran nasabah, juga kami gunakan dalam perhitungan, Refund Premi dengan rumus sebagai berikut :

(Premi awal - Biaya Akuisisi -  klaim) x (jangka waktu sisa pertanggungan)                                                                                                                                  jangka waktu pertanggungan awal

Demikian jawaban kami. Dan kami ucapkan terima kasih atas perhatian Ibu.

Tulis Komentar

Komentar