Saya ingin bertanya tentang paket asuransi kredit yang saya ambil dari bank BPD, dimana paket tersebut sudah termasuk asuransi jiwa dan asuransi kebakaran.

10 Feb 2017, 08:36

Saat ini saya mengambil dengan plafon tertentu dan sesuai dengan umur saya.

Apakah premi dengan jangka waktu lama dapat berpengaruh pada besar/kecilnya premi atau plafond kredit, juga berpengaruh pada besarnya premi.

Jawaban :

Sebelumnya kami ucapkan terima kasih atas surat elektronik Bapak. Setelah kami terima dengan baik, sebagiannya telah langsung kami jawab via email. Untuk keperluan website, kami sajikan kembali pertanyaan Bapak, dengan beberapa penyesuaian.

Berikut kami susun jawaban atas pertanyaan dimaksud :

1. Rumus perhitungan premi yang akan dibebankan kepada Bapak adalah sebagai berikut :

Pr = T x Pp

dengan ;

Pr = Premi

T = Tarif asuransi

Pp = Plafon Pinjaman/kredit

Penentuan Tarif asuransi (T), ditetapkan berbeda, sesuai jangka waktu pinjaman.

Contoh perhitungan :

Misalkan untuk jangka waktu pinjaman 10 tahun, ditetapkan tarif asuransi sebesar 3,00% (hanya contoh), maka untuk plafon pinjaman sebesar Rp 100.000.000,-, premi yang akan dibebankan adalah sebesar;

Pr = 3,00% x Rp 100.000.000,- = Rp 3.000.000.

Dengan premi senilai di atas, tertanggung akan dijamin atas baki debet pinjaman selama 10 tahun masa pelunasan kreditnya.

Catatan :

Desain tarif premi per tahun biasaya akan semakin kecil/murah dengan semakin lamanya jangka waktu pelunasan kredit. Hal ini sebagai bentuk apresiasi atas pembayaran premi dalam jumlah lebih besar di muka.

2. Berdasarkan point 1 di atas, dapat kami simpulkan bahwa yang berpengaruh terhadap besar kecilnya premi asuransi kredit adalah dua hal berikut, yaitu : 1) Jangka waktu pinjaman 2) dan plafon pinjaman.

3. Umur/Usia calon tertanggung tidak secara langsung berdampak pada pertambahan premi. Namun biasanya, berdasarkan catatan statistik yang dimilikinya, perusahaan asuransi umum/kerugian, akan mempersyaratkan informasi medis tertentu bagi nasabah kredit dengan kriteria tertentu (misalnya usia di atas 55 tahun, lama bekerja di perusahaan tertentu, seperti pabrik pengolah asbes dll.) agar diyakini bahwa risiko yang dibawa oleh nasabah dimaksud merupakan risiko standar. Apabila didapati informasi medis yang memberatkan catatan risikonya. Maka perusahaan asuransi memiliki kesempatan untuk menetapkan kondisi khusus (loading premi, perubahan syarat dan ketentuan pertanggungan dll) atau malah tidak dapat menerima pertanggungan. Hal ini demi menjaga sehatnya portofolio risiko secara keseluruhan, agar kemampuan perusahaan dalam menjalankan kewajibannya atas klaim tertanggung di depan dapat terjaga.

4. Sebagai tambahan, perlu kami sampaikan sekilas perbedaan antara produk asuransi kredit (perusahaan asuransi umum/kerugian) dengan asuransi jiwa (perusahaan asuransi jiwa), yaitu:

  • Produk asuransi jiwa menitikberatkan pertanggungannya pada risiko kematian/tidaknya seseorang, sehingga analisa atas tiap nasabah merupakan hal yang paling penting; sedangkan, 
  • Produk asuransi kerugian menitikberatkan pertanggungannya kepada kerugian yang mungkin diderita oleh kreditur (badan pemberi kredit) akibat macetnya kredit yang telah diberikan, sehingga analisa terhadap lembaga/badan pemberi kredit (kesehatan keuangan kreditur, prosedur pemberian kredit, persyaratan kredit dll) lebih diutamakan.

Tulis Komentar

Komentar