Saya mempunyai usaha kelontong di rumah (tempat tinggal). Dua kakak saya juga punya usaha. Masing-masing warung internet dan agen sembako di pasar Lenteng Agung (Masih 1 lingkungan Rukun Warga). Apakah usaha kami bisa diasuransikan? Berapa ya besar premi yang harus dibayarkan? Syarat apa saja yang harus dilengkapi?

13 Oct 2016, 14:14

Karena sebelumnya, saya melihat tetangga kami mengalami musibah kebakaran karena arus pendek dan sejak itu saya merasa khawatir dan ingin mengasuransikan aset kami.
Mohon penjelasannya. Terima Kasih.

Jawaban : 

Terima kasih atas Pertanyaan Ibu. Izinkan kami menjelaskan pertama kali tentang jasa Asuransi. 

Kita tentu menyadari bahwa pada setiap kegiatan yang kita lakukan terkandung risiko. Sebagiannya memiliki konsekuensi finansial. Sebut saja risiko Kebakaran, Kerusakan ataupun risiko Kecurian. Risiko-risiko itu dapat saja menunda atau bahkan menggagalkan kita dari tujuan yang telah kita rencanakan sejak awal. Dan pada saat musibah itu terjadi, tentu kita membutuhkan bantuan. Di sinilah mekanisme asuransi akan bekerja dan dapat dirasakan manfaatnya.

Ini berarti bahwa, pada saat kita merasakan ‘ancaman’ suatu risiko, maka dalam kacamata asuransi hal ini terbaca sebagai peluang untuk menghadirkan suatu produk perlindungan.

Karena itu, menjawab pertanyaan Ibu, kami sampaikan bahwa tentu saja perusahaan asuransi akan dengan senang hati menerima beragam jenis badan usaha (termasuk usaha kelontong, warnet, maupun sembako) untuk bergabung dalam program perlindungan asuransi.

Karena asuransi merupakan salah satu bentuk perjanjian, maka syarat sahnya perjanjian pun berlaku bagi asuransi (Pasal 1320 KUH Perdata), yaitu :

  1. Sepakat
  2. Cakap Hukum
  3. Objek/Hal Spesifik
  4. Halal/Legal.

Untuk itu kami memerlukan hal-hal rinci terkait : 

  1. Informasi nasabah,
  2. Jenis risiko dan skema pertanggungan yang ingin diminta/disepakati,
  3. Objek pertanggungan.

Kami kemas pertanyaan-pertanyaan yang kami butuhkan tersebut dalam bentuk formulir Surat Permohonan Penutupan Asuransi (SPPA). Kami akan kirimkan formulir dimaksud ke alamat email Ibu.

Jika telah berkenan, mohon untuk diisi dan dikirimkan kembali kepada kami. Jika ada yang tidak dimengerti, ibu dapat menanyakannya via email atau meminta kedatangan petugas kami. SPPA ini akan menjadi dasar kami dalam memperhitungkan besaran premi yang wajar.

Dalam kesempatan ini, akan kami sampaikan kisi-kisi premi, tentunya dengan asumsi-asumsi yang kami perkirakan sendiri sebagai batasan dalam perhitungan. Pertama, kita asumsikan saja bahwa yang Ibu minta adalah jaminan atas Risiko Kebakaran.

Contoh  : Usaha kelontong (Toko/Shop),
               Kode Risiko = 2934

Asumsi-asumsi     :
        - Kelas Konstruksi 1 (= Toko permanen, sebagian besar tembok, bukan kayu)
        - Harga = Rp 100.000.000,-
        - Jangka Waktu Pertanggungan : 1 Tahun
        - Biaya Administrasi = Rp 16.000,-

Maka, berdasarkan tabel Lampiran II SE OJK nomor SE-06/D.05/2013 (sebagiannya kami lampirkan di bawah), perhitungannya adalah sebagai berikut :

Rate per tahun   = 1,520 %o (satu koma lima dua per seribu)
Premi 1 tahun    = (Harga pertanggungan x rate tahunan) + biaya administrasi
                           = (Rp 100.000.000 x 1,520 /1.000) + Rp 16.000 
                           = Rp 152.000 + Rp 16.000 = Rp 168.000,-

Tulis Komentar

Komentar