Sengaja Terlibat Masalah, Ditanggung Asuransi?

09 Oct 2017, 15:20

Peristiwa kecelakaan di jalan raya bisa terjadi di mana saja dan dengan siapa saja. Untuk itu jasa asuransi kendaraan sangat dibutuhkan untuk membantu pemilik kendaraan menanggung berbagai macam biaya perbaikan.

Sedang viral di media sosial, seorang pengendara mobil dan truk saling berebut jalur di gerbang tol. Pengemudi mobil nampak tidak mau mengalah meski posisinya sudah terpepet pembatas jalan dan badan truk.

Nampak mobil berwarna putih tersebut tetap memaksakan diri menjalankan mobilnya sampai di depan gardu gerbang tol. Hasilnya, terdapat beberapa goresan di badan mobil MPV tersebut.

Banyak netizen yang mengomentari, perilaku pengemudi mobil tersebut yang cuek dengan kondisi kendaraannya karena menggunakan asuransi. Namun apakah benar peristiwa ini dapat dilayani oleh perusahaan asuransi?

"Kalau dari kerusakan, ada benturan, bisa ditanggung. Tapi dilihat dari perbuatannya yakni tindakan sengaja dan melanggar rambu lalu lintas, tidak dapat diklaim," ucap Laurentius Iwan Pranoto, Head of Communication & Event salah satu perusahaan asuransi yang ada di Indonesia.

Mengenai pengecualian klaim asuransi kendaraan sudah diatur dalam polis standar Asuransi Kendaraan Bermotor Indonesia. Dalam pasal tiga disebutkan pertanggungan tidak menjamin kerugian, kerusakan, biaya atas kendaraan bermotor dan atau tanggung jawab hukum pihak ketiga yang disebabkan oleh, (pasal 1 butir 3) melakukan tindak kejahatan.

Kejahatan ini dalam pasal 5 butir ke 16 dijelaskan, tindakan seseorang yang dengan sengaja merusak harta benda orang lain karena dendam, dengki, amarah atau vandalistis. Selain itu pada pasal 4 butir 1, pertanggungan tidak menjamin kerugian yang disebabkan oleh tindakan sengaja tertanggung dan atau pengemudi.

Lantas bagaimana mengetahui kejadian tersebut masuk unsur kesengajaan, kejahatan atau tidak?

"Dari kasus di atas, karena kemudian viral dan muncul di media, tidak diklaim. Pihak asuransi bisa saja melakukan pemeriksaan bila hasil laporan dengan kenyataan di lapangan berbeda. Dari video itu juga terlihat si mobil sudah melewati marka lalu lintas, itu jadi alasan tidak bisa diklaim," ucap Iwan.

Sumber : otomotif.kompas.com