September 2015, Penetrasi Asuransi Nasional 2,51%

08 Nov 2015, 09:25

Bisnis.com, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat tingkat penetrasi industri asuransi konvensional hingga akhir September 2015 mencapai 2,51%.

Angka tersebut merupakan perbandingan antara total premi bruto asuransi terhadap perdapatan domestik bruto (PDB).

Meskipun meningkat, capaian tersebut masih jauh tertinggal dibandingkan dengan negara Asean lainnya seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand.

Muliaman D. Hadad, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, mengatakan industri perasuransian setiap tahun terus berkembang sejalan dengan meningkatnya pemahamanakan sektor itu di kalangan masyarakat.

“Masyarakat kita mulai memahami bahwa asuransi merupakan bagian dari kegiatan manajemen risiko yang memberikan jaminan dan proteksi terhadap harta benda serta jiwa seseorang,” katanya ketika menyampaikan keynote speech pada Insurance Day 2015, Jumat (6/11/2015).

Namun demikian, sambung Muliaman, minat masyarakat untuk berasuransi masih tergolong rendah. Hingga akhir kuartal III/2015, tingkat penetrasi industri baru mencapai 2,51% dengan densitas atau premi per kapita sebesar Rp1,1 juta.

Sedangkan, penetrasi asuransi di Thailand, Malaysia dan Singapura sudah bekisar antara 4,5% -6,5% terhadap PDB.

Dari sisi aset, sambung Muliaman, rasio industri asuransi nasional terhadap PDB juga baru 7%.

“Sedangkan Thailand, Malaysia mencapai tiga kali lipat kita dan bahkan singapore mencapai 46%. Kita masih jauh tertinggal.”

Berdasarkan catatan Bisnis, sampai akhir 2014 angka penetrasi asuransi komersial hanya 1,74%.

Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, peningkatan penetrasi juga terjadi. Pada 2013, penetrasi asuransi berada di angka 1,65%.

Sumber: http://finansial.bisnis.com/read/20151107/215/489840/september-2015-penetrasi-asuransi-nasional-251