September, Laba Bersih Asuransi Umum Naik 11%

September, Laba Bersih Asuransi Umum Naik 11%

06 Nov 2019, 09:46
September, Laba Bersih Asuransi Umum Naik 11%

Laba bersih industri asuransi umum hingga akhir September 2019 tercatat naik 11,46% secara tahunan (year on year/yoy) mencapai Rp 4,28 triliun. Nilai tersebut dipengaruhi hasil underwriting yang positif dan efisiensi dari beban usaha.

Mengutip data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga kuartal III-2019 pendapatan underwriting naik dengan perolehan Rp 27,98 triliun atau tumbuh 18,26% (yoy), dari periode sama tahun lalu Rp 23,66 triliun.

Adapun beban underwriting naik 21,51% (yoy) menjadi Rp 17,11 triliun, meningkat dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 14,08 triliun. Dengan capaian tersebut, hasil underwriting tumbuh 13,58% (yoy) atau mencapai Rp 10,87 triliun, dari periode sama tahun lalu Rp 9,57 triliun. Sementara jumlah beban usaha Rp 8,15 triliun atau turun 5,45% (yoy) dari sebelumnya mencapai Rp 8,62 triliun.

Menanggapi hal itu, Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Dody Achmad Sudiyar Dalimunthe mengatakan, untuk memperoleh laba lebih maksimal maka pelaku industri asuransi umum harus bisa terus menekan beban usaha atau biaya operasional.

"Tentunya pelaku bisnis harus tetap menjaga biaya operasional agar dapat efisien guna mendapatkan profit," kata Dody, Rabu (30/10) malam. Meski demikian, Dody mengimbau para pelaku usaha bersama pemerintah tetap gencar melakukan penetrasi asuransi.

Kemudian, pelaku usaha juga perlu mengembangkan teknologi digitalnya guna menyederhanakan proses bisnis sehingga biaya pun dapat semakin terukur. Sementara itu, investasi juga bisa menjadi salah satu bagian meningkatkan perolehan laba perusahaan.

Namun, periode kali ini kinerja investasi belum menunjukkan tren positif. OJK mencatat, jumlah investasi asuransi umum hingga September 2019 tumbuh sebesar 8,16% (yoy) atau sebesar Rp 76,96 triliun.

Kendati demikian, pertumbuhan tersebut tidak diikuti hasil investasi yang hanya mampu bertahan sebesar Rp 3,22 triliun, atau stagnan dibandingkan periode sama tahun lalu.

Adapun portofolio instrumen investasi meliputi deposito berjangka Rp 26,41 triliun (34,32%), reksa dana Rp 17,5 triliun (22,73%), surat berharga negara (SBN) Rp 10,59 triliun (13,76%), obligasi korporasi Rp 8,45 triliun (10,98%), penyertaan langsung Rp 7,67 triliun (9,97%), saham Rp 4,49 triliun (5,83%), dan instrumen investasi lain Rp 1,85 triliun (2,4%).

Penulis: Prisma Ardianto

Sumber : investor.id/finance/september-laba-bersih-asuransi-umum-naik-11