Sering Dihiraukan, Ini 6 Hal Tentang Asuransi Perjalanan yang Wajib Diketahui Traveler

07 Feb 2017, 07:55

Banyak turis Indonesia mempertanyakan pentingnya asuransi perjalanan. Pada dasarnya, asuransi perjalanan berguna untuk melindungi diri kita saat terjadi kecelakaan atau risiko-risiko buruk dalam perjalanan.

Banyak negara yang mewajibkan turisnya memiliki asuransi perjalanan sebelum tiba di negara tersebut. Negara-negara Eropa dan Amerika sudah pasti mewajibkan traveler punya asuransi perjalanan.

Beberapa hal yang wajib kamu tahu soal asuransi perjalanan.

1. Jenis asuransi perjalanan

Asuransi perjalanan mencakup banyak jenis, yang paling umum adalah internasional. Asuransi ini melindungi traveler dari risiko medis dalam kurun waktu yang ditentukan. Ada pula asuransi tahunan, yang meng-cover perjalanan domestik mau pun internasional dengan berbagai keperluan sepanjang tahun. Ada perusahaan yang menyediakan asuransi khusus haji dan umroh, serta asuransi domestik yang melindungi seluruh perjalanan di Indonesia. Ada pula student assist yakni asuransi khusus mahasiswa yang menjalani pendidikan di luar negeri.

2. Cara mendaftar asuransi perjalanan

Kini, kamu tak perlu datang ke kantor asuransi hanya untuk mendaftar travel insurance.
Beberapa perusahaan di Indonesia melayani pendaftaran asuransi perjalanan via online. Caranya mudah. Traveler tinggal masuk ke situs asuransi perjalanan tersebut, mengisi data diri, negara tujuan dan lamanya perjalanan. Kamu bisa memilih asuransi jenis apa yang akan diambil. Kamu juga bisa menggunakan kartu kredit untuk pembayaran premi asuransi.

3. Harga dan tanggungan

Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), Julian Noor mengatakan, premi yang dikeluarkan untuk asuransi travel cenderung kecil dibanding total biaya perjalanan. "Buat mereka yang traveling, itu preminya hanya sepersekian persen. Tidak sampai satu persen dari biaya perjalanan mereka," tutur Julian. Harga serta tanggungan asuransi perjalanan beragam, tergantung perusahaan yang kita ambil.

4. Apa saja yang ditanggung asuransi perjalanan?

Pada dasarnya semua asuransi perjalanan menanggung biaya medis wisatawan selama di luar negeri. Namun rupanya, ada beberapa premi tambahan yang bisa dibeli untuk perlindungan lainnya. "Travel insurance juga ada yang melindungi dari kehilangan bagasi, atau delay pesawat," tutur Julian. Banyak penumpang yang mengeluh soal kehilangan bagasi, banyak pula maskapai yang tidak mengganti rugi atau hanya mengganti sebagian kecil dari barang yang hilang. Dengan premi tambahan dari asuransi perjalanan, traveler akan mendapatkan ganti rugi jika koper hilang. "Ada juga perlindungan terhadap rumah. Itu untuk yang traveling dan meninggalkan rumah dalam waktu lama," tambah Julian.

5. Bagaimana jika terjadi teror di negara tujuan?

Akhir-akhir ini, kasus terorisme menggurita di beberapa negara. Mulai dari penembakan di Paris, kudeta di Turki, sampai kasus di Jerman beberapa hari lalu. Tak banyak yang tahu, asuransi perjalanan juga melindungi kamu dari risiko-risiko teror semacam ini. "Kalau negara tujuan cenderung tidak aman atau berbahaya, Anda bisa mengajukan ke perusahaan asuransinya untuk premi extend atau tambahan," tutur Julian. Traveler juga perlu membayar biaya tambahan untuk premi satu ini. Sama seperti premi tambahan terhadap perlindungan rumah yang ditinggalkan selama berlibur. "Biasanya perusahaan asuransi yang menyediakan travel insurance dan bekerjasama dengan biro perjalanan memiliki kesepakatan atau pemikiran yang sama," tambah Julian.

Lebih jelasnya, Julian menegaskan, agen perjalanan tidak mungkin menjual destinasi wisata untuk negara yang tidak aman. Maka mayoritas asuransi yang digunakan tidak termasuk premi tambahan. Namun, berkaca pada kasus terorisme yang marak beberapa waktu belakangan, ada baiknya premi satu ini ditambahkan jika kamu ingin traveling ke Eropa.

6. Cara klaim asuransi perjalanan

Julian mengatakan, proses pengambilan dana atau penggunaan asuransi terbagi dalam dua skema.
Skema pertama adalah apabila perusahaan tersebut termasuk dalam worldwide provider. Misal saat kecelakaan, yang harus kamu lakukan adalah menunjukkan asuransi tersebut kepada pihak rumah sakit. Namun tidak semua perusahaan asuransi menyediakan ini.

"Mayoritas cara pengajuan klaim adalah dengan skema reimburse," tuturnya.

Julian juga menjelaskan, apabila jatuh sakit atau mengalami kecelakaan, kamu bisa berobat terlebih dahulu di negara tersebut. Selanjutnya, kamu harus meminta surat keterangan dari dokter sebagai bukti saat kamu mengajukan klaim di Indonesia.

Perlu diingat, sebelum membeli produk asuransi perjalanan, teliti dulu semua fasilitasnya.
Berapa besar tanggungan dari perusahaan tersebut, berapa lama dan di negara mana saja asuransi berlaku, serta cara klaim yang berlaku. (Kompas.com/ Sri Anindiati Nursastri)