Sering Jadi Bulan-bulanan Banjir, Bupati Ajak Petani Ikut Asuransi

22 Feb 2016, 07:25

Rimanews - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, berencana mengasuransikan tanaman padi di seluruh daerah rawan banjir luapan Bengawan Solo, untuk menghindari petani merugi kalau sewaktu-waktu rusak terendam air banjir.

"Pemkab akan mendorong semua petani yang sawahnya di daerah rawan banjir untuk mengasuransikan tanaman padinya," kata Bupati Bojonegoro Suyoto, di Bojonegoro, Kamis (18/02/2016).

Sekarang ini, lanjut dia, sudah ada petani di daerahnya yang mengasuransikan tanaman padinya, tapi belum terlalu luas. "Ya, baru sekitar 300 hektare," ucapnya.

Menurut dia, petani yang sawahnya di daerah rawan banjir luapan Bengawan Solo, seluruhnya harus mengasuransikan tanaman padinya, sehingga kalau sewaktu-waktu terendam air banjir, maka tidak merugi.

"Biaya asuransi juga tidak mahal cuma Rp36.000 per bulan. Padahal, kalau terjadi musibah banjir petani bisa memperoleh ganti rugi sekitar Rp3 juta." tuturnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan tanaman padi seluas 1.371 hektare, di daerahnya yang terendam air banjir luapan Bengawan Solo, beberapa waktu lalu, tingkat kerusakannya, bervariasi, mulai parah, sedang dan ringan.

"Dinas Pertanian sudah mengambillangkah-langkah penanganan, mulai pemberian bibit gratis, juga biaya lainnya," jelas dia.

Kepala Desa Kalisari, Kecamatan Baureno, Bojonegoro Khoirudin, menjelaskan di desanya tanaman padi yang terendam banjir luapan Bengawan Solo, seluas 46 hektare dan di Desa Tanggungan, juga di Kecamatan Baureno, seluas 80 hektare.

Bersamaan banjir datang, menurut dia, ada tanaman padi seluas 20 hektare di desanya, yang berhasil diselamatkan petani. Tapi, tanaman padi itu, mengalami penurunan produksi sekitar 30 persen, karena belum waktunya dipanen.

"Tanaman padi seluas 26 hektare yang dipanen setelah banjir surut, mengalami penurunan produksi lebih banyak dibandingkan yang dipanen awal," jelas dia.

Ia menambahkan tanaman padi seluas 80 hektare di Desa Tanggungan, bisa selamat seluruhnya, sebab ketika banjir luapan Bengawan Solo datang, tidak menenggelamkan seluruh batang tanaman padi.

"Gabah dari tanaman padi bekas terendam air banjir masih laku, tapi lebih murah. Harganya berkisar Rp2.800-Rp3.000 per kilogram gabah kering panen (KGP), dengan potongan kadar air 8 persen," ucapnya, menambahkan.

"Setelah ini, petani di daerah genangan banjir membiarkan sawahnya bero, karena menunggu musim banjir selesai," tambahnya.

Sumber: http://nasional.rimanews.com/peristiwa/read/20160218/262544/Sering-Jadi-Bulan-bulanan-Banjir-Bupati-Ajak-Petani-Ikut-Asuransi