Sesuai SOP Masing-masing, Perusahaan Asuransi Wajib Sertakan Bukti Bayar Premi

Sesuai SOP Masing-masing, Perusahaan Asuransi Wajib Sertakan Bukti Bayar Premi

15 May 2019, 07:11
Sesuai SOP Masing-masing, Perusahaan Asuransi Wajib Sertakan Bukti Bayar Premi

Perusahaan asuransi umum bertumbuh di kuartal pertama 2019. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan pendapatan premi industri asuransi umum sebesar Rp 19,54 triliun hingga Maret 2019.

Nilai ini naik 16,59% secara year on year (yoy) dari posisi yang sama tahun lalu Rp 16,76 triliun.

Kepala Bagian Pengawasan Industri Keuangan Non Bank (IKNB) OJK Regional IX Kalimantan, Abidir Rahman, menjelaskan, setiap perusahaan asuransi umum memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) mengenai penyertaan bukti pembayaran premi.

"Begitu nasabah tanda tangan, permohonannya diproses oleh pihak asuransi. Nasabah akan membayar premi dengan berbagai cara. Kalau secara tunai, tanda terima yang menyatakan bahwa nasabah sudah bayar bisa dalam bentuk kuitansi atau tanda terima lain," jelas Abidir

Ditambahkannya, apabila nasabah membayar premi secara transfer maka bukti transfer tersebut yang akan menjadi bukti pembayarannya, hampir sama fungsinya dengan kuitansi.

Bukti bayar premi tersebut bisa berbeda-beda dan sudah diatur tergantung aturan dan kebijakan perusahaan asuransi.

Secara umum, menurut Abidir, OJK tidak mengatur mengenai hal itu. Sebab bergantung pada SOP perusahaan.

"OJK sendiri hanya mengatur tentang underwriting. Untuk memastikan pembayaran tersebut masuk ke asuransi, nasabah harus memastikan datang ke asuransi minta print bukti bayar dari transfer itu," imbuhnya.

Underwriting sendiri yaitu sebuah bagian dalam organisasi perusahan asuransi baik asuransi umum ataupun asuranasi jiwa, yang memiliki tugas serta tanggung jawab dalam hal menilai dan menafsirkan premi, dan sebuah risiko yang dimiliki oleh calon tertanggung untuk dapat nantinya ditentukan kelayakan sebuah risiko tersebut ditanggung atau tidak.

Lebih lanjut, dikatakannya setiap perusahaan sudah memiliki rekening penampungan sendiri di salah satu bank. Nasabah hanya membayar premi di rekening bank yang sudah ditentukan. Terkait Perusahaan negara ini yang tidak terafiliasi dengan bank, menurutnya bukan masalah sebab, Perusahaan dapat bekerjasama dengan lembaga keuangan lainnya untuk pembayaran premi.

Sumber :banjarmasin.tribunnews.com/2019/04/30/sesuai-sop-masing-masing-perusahaan-asuransi-wajib-sertakan-bukti-bayar-premi