Sikap orang Asia Terhadap Tabungan, investasi dan asuransi

19 Aug 2016, 14:57

Bagaimana sebenarnya sikap orang-orang Asia terhadap tabungan, investasi atau asuransi? Sebuah survei yang dilakukan oleh Bank mengungkapkan bahwa lebih dari enam dari tiap 10 orang (64 persen) Asia menyatakan mereka berpegang pada tabungan, investasi, atau asuransi untuk membantu keuangan mereka dalam menghadapi kejadian-kejadian yang tidak diperkirakan.

Meskipun 64 persen orang-orang Asia menyatakan kesiapannya dalam menanggulangi kejadian yang tidak diharapkan dengan tabungan, investasi atau asuransi, bukan berarti mereka benar-benar mempersiapkan diri. Karena, ternyata menurut survei tersebut, proteksi yang mereka siapkan tidaklah mencukupi.

Penting bagi nasabah atau tertanggung adalah dengan selalu meninjau kembali kebutuhan proteksi mereka karena tujuan keuangan mereka dan biaya untuk mencapainya selalu berubah dengan berjalannya waktu. Dengan tidak cukupnya proteksi untuk kejadian yang tidak diinginkan tersebut, maka seseorang harus menggunakan tabungan yang sudah dipisahkan untuk kebutuhan lainnya, guna membayar biaya-biaya karena kejadian yang tidak diinginkan tersebut. Misalnya, hal ini dapat berdampak pada kemampuan orang tersebut untuk membiayai pendidikan anaknya atau tabungan untuk hari tuanya.

Survei dari Bank ini mengungkapkan apa saja yang dicemaskan oleh orang-orang Asia yang menjadi responden. Yaitu 66 persen mereka mencemaskan kesehatannya, disusul terhadap keuangannya (49 persen), dan kualiatas hidupnya (42 persen). Lebih dari sepertiga responden Asia yang mencemaskan kesehatan dan stabilitas keuangan jangka panjangnya, mereka merasa bahwa secara keuangan tidak siap kalau terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

Salah satu hal yang menjadi penghambat dalam mempersiapkan keuangan kalau terjadi sesuatu yang tidak diinginkan adalah kesalahpahaman mengenai asuransi. Misalnya mengenai orang-orang Asia yang mempertimbangkan membeli asuransi kecelakaan diri, dimana asuransi kecelakaan diri adalah produk yang sangat dibutuhkan bagi semua kalangan. Karena bisa kita lihat bahwa asuransi kecelakaan diri ini menjamin kecelakaan yang mengandung unsur kekerasan baik fisik maupun kimia yang datangnya secara tiba-tiba, tidak dikehendaki atau direncanakan dari luar mengakibatkan luka badan yang dapat ditentukan oleh ilmu kedokteran, seperti keracunan karena menghirup gas atau uap beracun, kecuali karena  kesengajaan, terjangkiit virus atau kuman penyakit, mati lemas atau tenggelam. Kondisi tersebut bisa saja terjadi dikehidupan kita saat sedang melakukan rutinitas harian. 

Tampaknya, pengenalan asuransi di kalangan orang - orang Asia masih harus dilakukan secara terus - menerus. (*ays)

askrida | Sumber : Media Asuransi | Mucharor Djalil