Smart Insurance

19 Feb 2018, 08:56

Salah satu perusahaan di bidang jasa broker asuransi kerugian yang ada di Indonesia mengincar pertumbuhan jumlah premi dan klien hingga dua kali lipat pada tahun 2018 melalui program Smart Insurance.

Managing Director perusahaan tersebut, Ruddy Sudjono, mengatakan, program yang baru diluncurkan pada awal tahun ini memiliki tujuan agar pelaku industri dimudahkan dalam hal berasuransi.

"Apabila para pelaku usaha sudah menerapkan smart insurance pasti mereka akan mendapatkan 3S yakni swift, simple, and satisfied. Mulai dari coverage polis yang ada, biaya yang efisien karena nasabah tidak dikenakan charge broker, hingga kemudahan klaim," ujar Ruddy, di Jakarta, Selasa (16/1).

Ruddy mengatakan, program ini menyasar pangsa korporat terutama pemilik pabrik skala menengah dengan aset Rp 100 miliar ke atas. Saat ini, porsi kontribusi premi masih besar disumbang oleh korporat dengan persentase 80 persen dan ritel 20 persen. Namun, dalam dua tahun kedepan perseroan ingin memperbesar kontribusi ritel hingga 40 persen. Adapun caranya melalui kerja sama oleh bank. "Saat ini kami sudah mulai penjajakan dengan beberapa bank" katanya.

Rudi menyatakan, smart insurance ini merupakan konsep yang sangat membantu para pelaku industri untuk memiliki produk asuransi. Pasalnya, lanjut dia, smart insurance akan menjadi kebutuhan para pelaku industri sebagai produk asuransi mereka.

"Contoh, jika pelaku industri memiliki pabrik dengan risiko yang cukup tinggi seharusnya memakai lima dan enam polis yang disarankan oleh agen atau broker asuransi. Tapi dengan program smart insurance, mereka bisa saja hanya membeli tiga polis untuk melindungi risiko yang ada. Mungkin banyak yang tidak percaya, tapi dengan program ini kami ingin pelaku industri lebih efisien dalam berasuransi," kata pria yang sudah 24 tahun bergelut di dunia asuransi tersebut.

Direktur Pemasaran, Calvin Mulyadi menambahkan, semua usaha harus memiliki asuransi yang tepat demi menjamin segala risiko yang nantinya akan terjadi. Kondisi dalam dunia bisnis pasalnya memang tidak terlalu menentu maka dari itu dengan smart insurance, para pelaku usaha akan merasakan ketenangan dalam menjalankan bisnis mereka.

"Karena adanya 3S yang merupakan nilai plus yang kami berikan dalam Smart Insurance ini. Tak hanya itu, program smart insurance yang kami tawarkan kepada para pelaku industri dimaksudkan agar mereka dapat memilih produk asuransi yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Bahkan bukan tidak mungkin sesuai dengan budget-nya. Karena kami mementingkan efisiensi serta efektivitas polis asuransi yang mereka dapatkan," katanya.

Sumber : beritasatu.com