Tak Semua Produk Asuransi Cocok Dipasarkan Online

08 Oct 2018, 14:07

Dari seluruh produk asuransi, tidak semuanya dapat dipasarkan secara online. Sebab tak semua produk asuransi berbentuk sederhana atau mudah dipahami.

President Director dari salah satu Bank yang ada di Indonesia, Shadiq Akasya mengatakan tidak semua bisnis produk asuransi cocok dipasarkan lewat digital. Hanya bisnis produk bersifat generik yang cocok didistribusikan secara online. Produk generik lebih sederhana dan mudah dipahami, sehingga nasabah tidak memerlukan penjelasan mendalam. Produk generik yang dimaksud seperti asuransi jiwa dan kerugian.

Adapun bisnis produk polis khusus seperti unit link membutuhkan penjelasan detail, sehingga antara agen dan pembeli asuransi harus bertemu. "Kalau seperti itu [unit link] kita harus ketemu orangnya, ini loh manfaatnya, nanti ada negosiasi," kata Shadiq kepada , Jumat (21/9/2018).

Shadiq menuturkan distribusi asuransi jalur digital menjanjikan selain memberi kecepatan pelayanan, distribusi lewat digital juga menekan ongkos pemasaran. Saat ini, kami fokus mempersiapkan sistem digital sebelum melakukan penetrasi. "Kalau digital kami wajib, mau tidak mau kita harus ikuti dan berubah," kata Shadiq.

Shadiq menambahkan bancassurance masih menjadi ujung tombak dalam distribusi asuransi. Shadiq mencatat distribusi jalur ini mengalami peningkatan 15% yoy.

Bancassurance unggul karena lebih agressif dalam melakukan penetrasi. Sedangkan distribusi digital bersifat pasif, hanya menjaring mereka yang benar-benar butuh asuransi. "Kalau digitalisasi, itu paling dari sisi campaign saja, kita tidak bisa maksa orang buat beli [asuransi]," ujar Shadiq.

Berdasarkan data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia pada 2017, jumlah peserta asuransi di Indonesia telah mencapai 16 juta jiwa. Angka inilah yang menjadi target dalam mengembangkan distribusi asuransi digital. Tahun ini perusahaan mencatatkan premi sebesar Rp6,5 triliun, kami menargetkan pertumbuhan premi di angka Rp8 triliun pada tahun 2019.

Shadiq optimistis mampu mencapai angka tersebut, alasannya kondisi pasar dan perbaikan kualitas agent serta bancassurance yang terus dilakukan.

Sumber : ekbis.harianjogja.com/read/2018/09/23/502/941487/tak-semua-produk-asuransi-cocok-dipasarkan-online