Tanpa UU, Arsitek Indonesia Bisa 'Mati' di Negeri Sendiri

13 Sep 2016, 08:32

Undang-Undang Arsitek dinilai menjadi salah satu regulasi yang penting keberadaannya untuk melindungi profesionalisme dan legalitas arsitek. 

Menurut Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Ahmad Djuhara, tanpa UU tersebut arsitek Indonesia bahkan bisa 'mati di negeri' sendiri. Pasalnya dalam persaingan antar arsitek, arsitek dari negara lain sudah sedikit lebih maju terutama dalam urusan legalitas. 

"Kalau kita enggak punya UU Arsitek ini kita bisa mati di negeri sendiri, karena arsitek dari negara lain datang ke Indonesia sudah lengkap, terutama institusi dan legalitasnya," kata Djuhara usai menghadiri Rapat Kerja Pembahasan RUU Arsitek, di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (6/9/2016).

Djuhara menjelaskan, dengan jaminan legalitas oleh UU arsitek di negaranya, seorang arsitek asing maka sudah tentu terjamin pula Professional Identity Insurance-nya, yang merupakan asuransi bagi arsitek ketika berpraktek di suatu negara.

"Itu adalah asuransi yang menjamin kita berpraktek per proyek terutama yang besar. Jadi bayangkan ada teman kita di Kupang kedatangan arsitek Filipina yang punya UU kuat, otomatis dijamin asuransinya, sedangkan Ketua IAI Kupang enggak terjamin karena kita enggak punya UU-nya, itu namanya mati di negeri sendiri," pungkasnya.

askrida | Sumber : economy.okezone.com/read/2016/09/06/470/1482817/tanpa-uu-arsitek-indonesia-bisa-mati-di-negeri-sendiri