Tarif Baru Premi Asuransi Kendaraan Lebih Spesifik

10 Feb 2017, 08:00

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merilis aturan main baru tarif premi di bisnis asuransi harta benda dan kendaraan bermotor lewat Surat Edaran OJK Nomor 6 Tahun 2017. SE baru ini memperbaharui tarif premi asuransi dari sebelumnya.

Yusman, Kepala Departemen Pengawas Industri Keuangan Non Bank OJK menjelaskan, ada pembaharuan tarif premi lebih spesifik karena data yang dibutuhkan seperti rasio klaim sudah terbilang memadai untuk dilakukan penghitungan tarif tersendiri.

Sehingga misalnya untuk asuransi harta benda, ada okupasi atau penggunaan bangunan yang lebih spesifik dan akurat daripada jika masih ikut okupasi induk.

Contohnya di aturan lama, seluruh department stores, supermarket dan shopping centre masih dimasukan ke dalam satu kode okupasi yang sama. Namun, sekarang mulai dibagi berdasarkan luas area.

Menurut Yusman, profil risiko masing-masing okupasi sangat bervariasi. Sementara di sisi lain, data historis penutupan asuransi dan klaim yang tersedia seringkali terbatas. Sehingga sulit dihitung tepat secara statistik.

Hal ini pun masih terjadi di beberapa jenis okupasi yang lain. Makanya klasifikasi tarif untuk beberapa jenis okupasi yang lain akan terus dilakukan secara bertahap.

Sementara untuk asuransi kendaraan, kini tarifnya dibagi berdasarkan tiga wilayah. Sebelumnya tarif asuransi ini seragam. Wilayah I meliputi Sumatra. Wilayah II DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Wilayah III mencakup daerah lain selain kedua wilayah (lihat tabel).

Perubahan tarif ini, kata Yusman, lebih cocok dengan kondisi di lapangan. Lantaran ada pembagian wilayah, ada beberapa tarif premi asuransi kendaraan yang turun. Tapi, ada pula yang naik.

Ambil contoh, asuransi kendaraan komprehensif non bus dan non truk dengan nilai uang pertanggungan sampai Rp 125 juta di wilayah II batas bawahnya turun dari 3,44% menjadi 3,26%.

Adapun tarif yang naik asuransi kendaraan komprehensif non bus dan non truk dengan nilai uang pertanggungan antara Rp 125 juta sampai Rp 200 juta di wilayah III, dari 2,07% menjadi 2,69%.  Ketua Asosiasi Asuransi Umum Indonesia Yasril Y Rasyid menilai perubahan tarif ini akan berdampak baik bagi perkembangan industri.(ktn/tendi)

Sumber : manado.tribunnews.com/2017/02/06/tarif-baru-premi-asuransi-kendaraan-lebih-spesifik