Teror Bom Memicu Masyarakat Sadar Berasuransi

16 Jan 2016, 07:30

Jakarta-Pascateror bom yang terjadi di kawasan MH Thamrin, permintaan masyarakat akan asuransi dinilai akan meningkat. Pasalnya, masyarakat ingin menghindarkan diri dari risiko yang tidak mereka prediksi sebelumnya.

Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Julian Noor menjelaskan, karakteristik masyarakat Indonesia dalam membeli cenderung latah dan reaktif. Jadi, apabila risiko tersebut terjadi, masyarakat baru merasa pentingnya proteksi asuransi.

Seperti yang terjadi pada kejadian teror bom di kawasan MH Thamrin, sejumlah kendaraan bermotor, gedung, bahkan manusia ikut menjadi korban akan kejadian tersebut. Apabila tidak ada proteksi asuransi, maka akan sulit bagi masyarakat untuk memulai kembali usahanya dari nol setelah insiden terjadi.

Dari sisi asuransi umum, Julian menilai, ada dua jenis asuransi yang bisa diklaim dari peristiwa teror bom tersebut. Pertama, dari asuransi properti. Bagi pemilik gedung dan bangunan yang membeli asuransi dengan perluasan sabotase dan terorisme, maka kerusakan bangunan yang disebabkan oleh bom dan tersebut bisa diklaim."Jadi, harus dicek dulu, ketentuan polisnya, apabila di dalam polisnya terdapat perluasan produk sabotase dan terorisme, maka risiko akibat bom kemarin bisa diklaim," jelas dia kepada Investor Daily, Jumat (15/1).

Namun, untuk kasus bom di Jalan MH Thamrin, Julian mengaku belum ada pihak asuransi yang dimintai klaim dari nasabahnya. Pasalnya, kondisi yang terjadi saat ini masih dalam tahap investigasi. Sementara untuk pengajuan klaim asuransi biasanya dilakukan setelah 2-3 minggu, pascainvestigasi dari aparat kepolisian selesai.

Begitu pula untuk asuransi kendaraan bermotor. Dalam beberapa video bom yang terjadi, banyak kendaraan bermotor yang ikut rusak akibat bom tersebut. Sama seperti asuransi properti, pengajuan klaim asuransi kendaraan bermotor harus disesuaikan dengan polis. "Apabila ada risiko sabotase dan terorisme di dalam polis kendaraan bermotornya, maka akan bisa diklaim," tukas dia.

Dengan kondisi yang ada saat ini, Julian memprediksi, permintaan akan asuransi sabotase dan terorisme akan meningkat. Kendati, Julian belum bisa memprediksi persentase dari peningkatan permintaan tersebut.

 

Sumber: http://www.beritasatu.com/ekonomi/341613-teror-bom-memicu-masyarakat-sadar-berasuransi.html