Tim Redaksi yang tehormat, Sebelumnya saya mohon maaf jika saya sampaikan keluhan melalui media ini. Karena saya sendiri tidak pasti ke mana hendak mengadu.

30 Dec 2016, 08:34

Bulan Desember tahun lalu saya melunasi pinjaman saya di salah satu BPD yang berkantor di Jakarta. Meskipun sebenarnya, masa pelunasan kredit saya masih  tersisa sekitar 4,5 tahun. Melalui seorang teman, saya diberi tahu jika saya dapat meminta kembali kelebihan biaya asuransi yang belum saya gunakan. Untuk itu, saya sudah mencoba menghubungi kembali pihak BPD. Dari Contact Person BPD, saya diberi harapan bahwa dia telah menghubungi pihak asuransi yang pernah menanggung saya - tidak diberi tahu nama asuransi dimaksud. Sekaligus disampaikan bahwa prosedur pengembaliannya dimaksud dapat saja berlangsung lama, dua sampai tiga bulan. Alhamdulillah.

Sabar menunggu, hingga tiga bulan, saya kembali menghubungi CP dimaksud. Sayangnya, masih disampaikan bahwa mereka masih menunggu kabar dari Pihak Asuransi (sekali lagi tanpa bersedia membocorkan nama asuransi bersangkutan), dan meminta saya untuk kembali bersabar, karena prosedurnya memang demikian. Nyatanya, hampir satu tahun ini, saya biarkan bersabar, belum ada kemajuan dari sisa premi saya.

Untuk sekadar melegakan hati, saya mencari sendiri informasi keberadaan Asuransi BPD. Saya dapati bahwa Askrida adalah perusahaan Asuransi yang dimiliki oleh BPD. Ini dia pikir saya. Namun belakangan saya juga mendapat informasi, bahwa Askrida bukan satu-satunya perusahaan asuransi yang bekerjasama menjamin nasabah-nasabah BPD. Berarti bisa saja saya salah jika langsung meminta pelunasannya kepada ASKRIDA.

Namun, untuk setidaknya menimbulkan kelegaan, khususnya bagi saya sebagai nasabah. Dengan ini saya beranikan diri memohon untuk dilihatkan status saya sebagai nasabah BPD tersebut, apakah dijamin di perusahaan asuransi ini. (informasi kredit saya terlampir).

Jika memungkinkan, mohon dijelaskan pula seputar prosedur pengembalian sisa premi dan sampai jangka waktu berapa lama pengembalian dimaksud diselesaikan.

Demikian dan terima kasih.

Jawaban :

Terima kasih sebelumnya atas kepercayaan Bapak untuk menghubungi kami. Meskipun Rubrik Konsultasi (dikelola oleh Tim Website Askrida) yang Bapak gunakan untuk bersurat kepada kami, tidak secara khusus diperuntukkan bagi keluhan semacam ini, kami tetap akan melakukan proses, meskipun kami mohon maklum Bapak atas tambahan waktu yang wajar.

Untuk keluhan semacam ini, selanjutnya kami sarankan untuk menggunakan sarana bersurat elektronik sebagaimana yang kami cantumkan di bawah halaman website, yaitu di alamat info@askrida.co.id. Atau dapat bertelepon kepada Unit Layanan Konsumen kami di nomor resmi kantor (021) 8191212 (hunting).

Selanjutnya, demi memenuhi harapan Bapak untuk berkomunikasi melalui media ini, kami setuju untuk menjawab melalui website atas beberapa bagian keluhan Bapak. Namun mengingat kepentingan kerahasiaan Bapak sebagai nasabah, dan Bank tempat Bapak berkredit, tidak semua informasi rinci yang diberikan dapat kita publikasi. Untuk itu pula kami harapkan maklum.

Setelah kami sinkronkan data yang Bapak sampaikan dengan database yang kami miliki. Kami sampaikan bahwa atas nama Bapak sebagai tertanggung, dengan ; tanggal lahir tertanggung; nama Kantor Cabang BPD; jumlah Plafon Kredit; dan pada Periode/Jangka Waktu Kredit dimaksud, tidak tercantum dalam daftar Nasabah Kami. (Print out atas hasil pencarian di database sistem, telah kami lampirkan bersama surat yang kami kirimkan ke alamat Bapak). Dengan kata lain, ASKRIDA bukanlah pihak asuransi yang menanggung kredit Bapak pada BPD dimaksud.

Adapun berkenaan dengan prosedur pengembalian premi, perhitungan nilai yang akan dikembalikan, serta lamanya pembayaran kepada nasabah, secara rinci belum dapat kami sampaikan terbuka di forum ini, dengan pertimbangan :

  1. Bahwa atas nama Bapak belum terdata sebagai tertanggung ASKRIDA, baik untuk Produk Asuransi Kredit, maupun atas agunan (Asuransi Kebakaran/Property dan/atau Asuransi Kendaraan Bermotor), sehingga beberapa data rinci Bapak tidak ada/tidak bersesuaian dengan requirement di sistem kami.
  2. Tidak seperti lini Property dan Kendaraan Bermotor, Asuransi Kredit belum diatur secara rigit oleh regulator. Dengan begitu, keleluasaan pengelolaan Asuransi Kredit masih terbuka luas. Perusahaan dapat saling bersaing, merancang berbagai fasilitas yang menarik bagi kepentingan nasabahnya, termasuk menetapkan struktur biaya yang sesuai. Biasanya, masing-masing pihak asuransi masih menjaga strategi-strategi tadi, sebagai keunggulan komparatifnya dibanding pesaing. Sengaja untuk tidak dibuka di hadapan umum, untuk menghindari persaingan yang tidak sehat, dari asuransi lain yang hanya menambah fasilitas atau mengurangi kewajiban tertanggung berdasarkan informasi pesaingnya, tanpa perhitungan statistik yang dapat dipertanggungjawabkan.

Namun, sebagai jawaban umum, dapat kami sampaikan/sarankan beberapa hal berikut :

1. Perhitungan pengembalian premi, untuk umumnya produk asuransi adalah sebagai berikut;

Pk = (Pa-Ba) x JWs/JWa

Pk = Premi asuransi yang akan dikembalikan/Restitusi/Refund Premi
Pa = Premi awal (premi yang dibayar)
Ba = Biaya-Biaya Asuransi (Biaya Administrasi (polis & materai), Biaya Akuisisi, Penempatan Reasuransi, Biaya Klaim dll)
JWs = Jangka Waktu sisa/Yang belum dimanfaatkan
JWa = Jangka Waktu awal

Premi yang telah Bapak bayarkan, akan dikurangi dengan  biaya-biaya yang sudah dikeluarkan perusahaan terkait pertanggungan Bapak, sebelum dikalikan dengan porsi jangka waktu sisa pertanggungan dibanding jangka waktu awal.

Kecuali untuk lini bisnis yang sudah diatur oleh regulator, besaran porsi biaya asuransi (sebagai faktor pengurang), dapat berbeda antara satu perusahaan asuransi dengan yang lain. Hal ini berdampak pada besar kecilnya porsi premi yang dapat diterima kembali oleh nasabah.

2. Sebagian perusahaan asuransi bahkan ada yang tidak dapat memberikan fasilitas restitusi ini. Mengingat minimnya premi yang mereka bebankan dibanding biaya-biaya yang harus mereka keluarkan. Premi asuransi kredit harus dibayarkan sekaligus selama jangka waktu kredit yang panjang, sehingga relatif lebih mahal. Untuk itu, sebagai strategi pemasaran, demi memformulasi premi yang terjangkau, sebagian perusahaan asuransi menekan loading premi yang mereka rasa ‘kurang perlu’.  “Toh tidak semua nasabah berniat melunasi kreditnya di tengah masa pertanggungan,” mungkin begitu fikir mereka. Jika pun ada pengembalian kasus per kasus, pengembaliannya akan sangat kecil. Ada juga yang membubuhkan syarat bahwa kredit belum berjalan lebih dari setengah periode (lebih dari setengah periode, tidak ada pengembalian premi).

3. Bapak tampaknya cukup mengerti bahwa sebagai nasabah bank, tidak memiliki akses langsung kepada perusahaan asuransi. Sedangkan hubungan kredit Bapak kepada Bank telah selesai, bertepatan dengan pelunasan kredit, sehingga Bapak khawatir bahwa pihak Bank sudah merasa tidak memiliki tanggung jawab untuk mengurusi perihal ini lagi. Nah, di sinilah perlu kami yakinkan, bahwa pihak Bank tidak dapat berlepas diri selagi masih ada kewajiban asuransi yang belum dilaksanakan, dan mereka tetap akan menjembatani komunikasi Bapak kepada pihak asuransi. Melalui mereka, Bapak tetap berhak menanyakan perihal Restitusi/Refund Premi/Pengembalian sisa Premi kepada petugas Bank dimaksud. Dan hak Bapak untuk mendapatkan pelayanan tersebut, dilindungi undang-undang.

Sebagai penutup, perlu kami rangkum bahwa, jika memang asuransi kredit Bapak memberikan fasilitas restitusi, maka Bapak tidak perlu khawatir, klaim restitusi Bapak akan tetap dibayarkan. Perihal jumlah pengembalian, dapat Bapak pastikan dengan menanyakan lagi kepada contact person Bapak di BPD. Biasanya, besarnya nilai pengembalian ini dapat segera dihitungkan dan Bapak dapat meminta pula versi tercetaknya (printout).

Berkenaan dengan realisasi pengembaliannya hingga ke rekening Bapak, amat bergantung pada skema pengembalian internal perusahaan asuransi, yang itu bergantung pula pada skema pengembalian restitusi di pihak reasuransi (tempat perusahaan asuransi menanggungkan ulang asuransi kredit Bapak). Perusahaan asuransi akan mengajukan klaim restitusi Bapak kepada pihak reasuransi. Setelah mendapatkan pengembalian dari perusahaan reasuransi, barulah akan diteruskan kepada Bapak. Bapak dapat bayangkan berapa banyak waktu yang mereka butuhkan terkait ini. Beberapa perusahaan asuransi telah memiliki skema yang membantu percepatan, sehingga mampu memberikan pelayanan lebih baik. Salah satunya adalah kami.

Tulis Komentar

Komentar