Tip berkendara menghadapi banjir

08 Sep 2016, 08:59

Banjir yang terjadi di kawasan Kemang pada Sabtu (28/8/2016) menunjukkan bahwa Jakarta belum bebas dari kemungkinan terendam air saat curah hujan tinggi seperti saat ini. Oleh karena itu, ada kemungkinan yang cukup tinggi bagi warga Jakarta untuk terpaksa mengemudikan kendaraan --baik roda dua maupun empat-- menerjang genangan air.

Memang tidak semua air yang menggenang tidak bisa dilewati. Akan tetapi ada beberapa hal yang mesti diperhatikan sebelum pengemudi memutuskan untuk berani menerobos banjir atau mematikan mesin menunggu genangan tersebut surut. Salah mengambil keputusan bisa mengakibatkan kendaraan menjadi rusak.

Inilah yang mesti diperhatikan para pengemudi sebelum menerjang banjir:

Perhatikan ketinggian Air; Semakin tinggi genangan air, semakin besar pula potensinya untuk merusak mesin kendaraan. Jadi, jangan menerjang banjir jika ketinggian air melebihi saluran udara motor atau mobil yang dikendarai. Sabar menjadi kunci. Lebih baik perhatikan dulu kendaraan lain yang menerobos, terutama yang kira-kira memiliki jarak dari aspal ke bodi yang sama dengan kendaraan Anda. Jika ia bisa melalui genangan dengan aman, kemungkinan besar kendaraan Andapun bakal selamat.

Jaga jarak dan kecepatan; Ketika Anda memutuskan untuk menerjang banjir, pastikan menjaga jarak dengan kendaraan di depan agar bisa memacu kendaraan Anda dengan kecepatan konstan.

Kontrol putaran mesin; Menginjak gas dalam-dalam saat melewati genangan air adalah mitos. Justru Anda mesti menjalankan kendaraan dalam putaran mesin yang rendah --sekitar 1.500-2.000 rpm--. Semakin tinggi putaran mesin, semakin besar daya isap mesin sehingga kemungkinan air masuk ke dalam mesin semakin besar. Mesinpun akan segera rusak.

Jika air akhirnya tetap masuk ke dalam ruang mesin kendaraan, sebaiknya jangan memaksa menerobos dan segera matikan mesin. Salah satu hal yang mesti dihindari adalah terjadinya water hammer, alias terjangan air ke dalam mesin. Terjangan itu bisa membuat batang piston bengkok hingga pecahnya kepala piston. Silinder mesin pun akan rusak dan biaya perbaikannya sangat mahal. Selain efek terjangan air, kendaraan yang terendam juga berpotensi mengalami kerusakan pada sistem kelistrikan, pelumasan, power steering, transmisi, rem, hingga korosi pada bagian body mobil.

Cek kendaraan

Usai melintasi banjir, hal pertama yang mesti dilakukan adalah memeriksa kendaraan. Disarankan untuk segera mengecek kondisi piringan rem dan cairan kendaraan, seperti minyak rem dan oli kendaraan. Jika kendaraan Anda kebetulan adalah motor skuter matic (skutik), pastikan air tak memasuki area Continously VariableTransmission (CVT), apabila masuk maka yang harus Anda lakukan adalah membawanya ke bengkel untuk memastikan bagian dalam CVT tak rusak.

Anda pun dapat langsung melakukan pertolongan pertama pada kendaraan Anda. Cara sederhana yang dapat dilakukan adalah keringkan busi agar bisa digunakan untuk memantikkan api, membuka semua komponen kelistrikan motor, seperti sakelar, konektor kabel, spul, starter motor, hingga fitting bohlam. Bila komponen kelistrikan tidak diperiksa, potensi korosi bisa menyebabkan korsleting, dan pastikan juga di dalam kotak saringan udara udara tidak terdapat air.

Pertimbangkan asuransi kendaraan

Hal penting lain yang mesti dipertimbangkan sebelum menerjang banjir adalah asuransi kendaraan yang Anda miliki. Walau beberapa asuransi memasukkan banjir pada klausul force majeure, bencana besar yang membuat Anda tidak bisa mengklaim pertanggungan asuransi, ada beberapa perusahaan yang bisa mengganti kerusakan kendaraan akibat banjir dan bencana alam lainnya.

Jadi, saat mengasuransikan kendaraan, sebaiknya Anda pastikan terlebih dahulu apakah kerusakan akibat banjir termasuk yang ditanggung oleh perusahaan asuransi tersebut. Patut diingat bahwa asuransi kategori all-risk (segala risiko) belum tentu melingkupi kerusakan akibat banjir.

Dijelaskan beberapa sumber berita online, jika kendaraan terkena banjir, pastikan Anda langsung menghubungi pihak asuransi di mana kendaraan Anda diasuransikan. Jangan menyalakan mesin kendaraan atau memindahkan kendaraan dengan cara apapun karena bisa menggugurkan pertanggungan asuransinya. Anda juga dapat mengumpulkan barang bukti berupa foto untuk menggambarkan kronologi kejadian dan tunggu hingga pihak asuransi mengevakuasi kendaraan.

askrida | Sumber : beritagar.id/artikel/otogen/tip-berkendara-menghadapi-banjir