Tips Jitu Menghindari Pencurian Identitas Finansial

26 Jul 2017, 14:13

PENCURIAN menjadi salah satu hal yang dihindari setiap orang. Karena tentunya jika itu menimpa diri kita, maka kerugianlah yang akan kita dapatkan. Bukan hanya pencurian sepeda motor atau perhiasan yang marak terjadi di masyarakat sekarang ini, tetapi ada pula pencurian identitas finansial.

Amerika menjadi salah satu negara yang memiliki jumlah kasus pencurian identitas diri terbanyak. Pada tahun 2010 silam, terdapat sekitar 160 juta kasus yang semula hanya 3,7 juta kasus di tahun 2009. Kasus pencurian identitas finansial ini bermula dari cara cerdik para pelaku untuk bisa mengetahui password e-banking sehingga dengan mudah bisa menguras habis isi rekening korban. Tentu itu adalah hal yang menjengkelkan, bukan?

Jika Anda tidak ingin mengalami hal buruk semacam itu, maka Anda perlu melindungi identitas finansial agar tidak diketahui orang lain, apalagi orang jahat. Berikut ini tips jitu dalam melindungi diri dari pencurian identitas finansial yang bisa diterapkan mulai dari sekarang.

1. Hindari Mengungkap Data Diri Melalui Telepon

Salah satu cara para pelaku pencurian adalah berpura-pura sebagai pihak bank dan menanyakan data diri nasabah. Perlu diketahui dan ingat baik-baik bahwa pihak bank atau kartu kredit tidak pernah menanyakan nomor rekening dan pin atau nomor kartu kredit Anda dan nomor VCC (tiga digit di belakang kartu kredit) karena hal ini merupakan data privasi nasabah yang tidak boleh diketahui orang lain.

Ketika mendapat telepon semacam itu dan Anda terus didesak untuk mengungkapkannya sehingga mulai merasa tidak yakin karena terus ditanya perihal data finansial tanpa sebab yang jelas, maka lekas tutup teleponnya.

Sebaiknya segera hubungi call center resmi bank untuk memastikan apakah telepon tersebut memang telepon resmi dari pihak bank atau bukan.

2. Pakailah Password yang Kuat

Sebuah pintu akan mudah tidaknya dibuka tergantung pada kuncinya. Begitu pula pada akun bank yang dimiliki. Pada saat pembuatan akun, Anda mendapat instruksi bahwa password email sebaiknya terdiri atas huruf besar, huruf kecil, angka, dan simbol. Ini dilakukan dengan tujuan agar password kuat sehingga hacker tidak bisa membajak email Anda. Terlebih jika selama ini Anda menerima tagihan kartu kredit lewat email yang secara email itu merupakan akun yang bisa diakses siapa saja. Jadi, sebaiknya, gantilah password email Anda secara berkala.

3. Jangan Membuang Struk Atau Tagihan di Tempat Umum

Pada struk pembayaran kartu kredit tercantum nomor kartu kredit dengan empat digit terakhir yang disamarkan. Berhati-hatilah dengan lembar berbagai tagihan yang dikirim ke rumah Anda, surat dari pihak asuransi dan surat yang dikirim oleh pihak tempat berinvestasi. Setelah tidak diperlukan lagi, sebaiknya segera dibakar daripada membuangnya ke tempat sampah atau bahkan tempat umum yang bisa dilihat banyak orang.

Kita tidak akan tahu kapan dan dimana kejahatan itu muncul dan hal-hal semacam itu bisa memberikan kesempatan bagi para pelaku kejahatan identitas finansial untuk melakukan modusnya.

4. Perketat Keamanan Gadget

Jika menghubungkan aktivitas dari akun finansial dengan ponsel yang dimiliki, maka Anda harus memperketat keamanan gadget Anda. Sebaiknya gunakan PIN, pola, atau finger print, untuk keamanan gadget. Anda juga perlu mendaftarkan smartphone pada fitur lacak sehingga jika suatu hari kehilangan smartphone, Anda bisa segera melacak keberadaannya.

Selain pada smartphone, Anda juga harus memasang password pada PC atau laptop Anda. Pastikan juga anti virus di dalamnya diperbarui secara berkala.

5. Teliti Dalam Bertransaksi

Berhati-hatilah ketika menggunakan kartu debit atau kartu kredit di mesin EDC merchant retail, restoran atau tempat umum lainnya. Saat ini perkembangan teknologi semakin canggih, pelaku bisa saja memasang alat penyadap di tempat yang biasa Anda datangi untuk melakukan aktivitas finansial. Ketika tersadap, pelaku akan bertindak jahat dengan membuat kartu kredit atau kartu debit lain dengan menggunakan data sehingga dengan mudah mereka bisa menguras isi rekening.(dnb)

Sumber :economy.okezone.com/read/2017/07/07/320/1731534/tips-jitu-menghindari-pencurian-identitas-finansial