Transformasi Teknologi Asuransi Makin Marak. Ini Alasannya

13 Jun 2016, 16:27

Minat perusahaan asuransi untuk melakukan transformasi teknologi dipastikan masih cukup tinggi hingga dua tahun mendatang.

Berdasarkan survei PWC Indonesia yang dipublikasikan menjelang pertengahan tahun ini, menunjukkan bahwa 90% perusahaan asuransi berencana melakukan transformasi tekonologi sampai dengan delapan belas bulan ke depan.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Julian Noor mengakui bahwa upaya pengembangan teknologi memang sedang marak dilakukan oleh perusahaan asuransi.

Dia menuturkan, hal itu dilakukan sebagai bentuk adaptasi terhadap kondisi yang serba digital seperti saat ini.
"Sekarang masyarakat cenderung menyukai proses transaksi melalui sistem online, karena dinilai lebih cepat dan praktis. Potensi inilah yang akan digali oleh para pelaku asuransi" kata Julian kepada Bisnis.

Terkait industri asuransi umum, dia mengungkapkan sejumlah perusahaan saat ini tengah gencar melakukan pemasaran secara digital (digital marketing). Selain itu, jumlah pelaku asuransi kerugian yang melakukan penjualan polis secara online kepada konsumen juga terus meningkat.

Akan tetapi, dia menyatakan penjualan polis melalui sistem online hanya dapat dilakukan untuk produk-produk yang sederhana dan bersifat ritel misalnya asuransi perjalanan.

Selain itu, Julian mengungkapkan meskipun penjualan secara online tengah marak, baru sekitar 30% perusahaan asuransi umum yang memasarkan penjualan secara digital. Sisanya belum menerapkan strategi tersebut.

Menurutnya, belum tersedianya biaya investasi yang memadai untuk pengembangan teknologi menjadi salah satu faktor yang menyebabkan beberapa perusahaan asuransi belum berminat menerapkan digital marketing.
Kendati demikian, dia memprediksi seluruh perusahaan asuransi bakal menerapkan pemasaran produk asuransi melalui layanan digital pada lima tahun mendatang.

Financial Services Leader PWC Indonesia David Wake menyatakan risiko siber menjadi persoalan yang harus diwaspadai oleh perusahaan asuransi di tanah air.

Pasalnya, peningkatan jumlah perusahaan asuransi yang memasarkan produk melalui sistem online belum diimbangi dengan kemampuan teknologi yang memadai sehingga rawan serangan pelaku kejahatan siber.
"Belum tersedianya teknologi yang memadai dibuktikan dengan hasil survei yang menunjukkan sepertiga dari responden belum memiliki strategi digital yang jelas," ucapnya.

Akan tetapi, dia menilai tingginya minat perusahaan asuransi melakukan transformasi digital mencerminkan bahwa pelaku asuransi menyadari pentingnya pembaruan strategi untuk menghadapi perubahan yang akan datang, khususnya di era digitalisasi.

askrida | Sumber : finansial.bisnis.com/read/20160610/215/556391/transformasi-teknologi-asuransi-makin-marak.-ini-alasannya