Tren Depresiasi Rupiah Tak Ganggu Industri Asuransi

17 Dec 2015, 09:45

JAKARTA-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut, tren depresiasi rupiah terhadap dollar AS relatif tidak mengancam kinerja investasi maupun aset perusahaan asuransi. Buktinya, aset dan investasi industri asuransi konvensional sampai dengan akhir September 2015 masing-masing telah menyentuh angka Rp765,6 triliun dan Rp608,6 triliun. “Karena kewajiban dalam dollar AS di asuransi sekitar 20 persen. Tetapi, kami sudah mewajibkan full hedging atau natural hedging,” ujar Kepala Eksekutif Bidang Pengawasan Industri Keuangan Nonbank (IKNB) OJK, Firdaus Djaelani di Jakarta, Kamis (19/11)

Ia menegaskan, jika dibandingkan dengan posisi pada akhir 2014, aset industri tumbuh sebesar 1,36 persen. Sedangka investasi menurun 0,24 persen yang disebabkan oleh bergejolaknya beberapa instrumen investasi beberapa waktu lalu.

Dia megimbuhkan, dalam kurun empat tahun terakhir atau sejak 2011 sampai 2014, aset industri asuransi konvensional mengalami pertumbuhan rata-rata lebih dari 16 persen.

Sedangkan, lanjut Firdaus, rata-rata pertumbuhan investasi dan premi industri asuransi masing-masing bertumbuh sebesar 14,4 persen dan 21,0 persen.

Meski begitu, tren positif ini terpengaruh oleh penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), sehingga kinerja investasi perusahaan asuransi di sepanjang 2015 relatif terganggu. “Investasi asuransi tergerus penurunan indeks, asuransi pada rugi di situ,” katanya.

Menurut dia, tren penurunan IHSG dari 5.200 hingga ke kisaran 4.400 sangat berpengaruh pada perusahaan asuransi yang berinvestasi di pasar modal, terutama asuransi jiwa. “Sebesar 60 persen investasi asuransi jiwa di pasar modal, berupa saham, reksadana, bond pemerintah dan bond korporasi,” pungkasnya. (TMY)


Sumber:
http://www.beritamoneter.com/tren-depresiasi-rupiah-tak-ganggu-industri-asuransi/