Uji Kelayakan Pengurus Bank Dan Asuransi Tak Perlu Tatap Muka

02 Aug 2016, 11:33

Bagi calon  direksi dan komisaris bank dan asuransi yang menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) memungkinkan untuk tidak bertatap muka dengan OJK ( Otoritas Jasa Keuangan ). Langkah itu di ambil regulator industri keuangan untuk mempersingkat proses itu. Hal itu disampaikan Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman D Hadad di kantornya, Jakarta. ”Semua akan kami persingkat termasuk proses uji kelayakan dan kepatutan pengurus bank dan asuransi,” ujar dia.

Ia menjelaskan, proses yang akan dipersingkat salah satu dengan meniadakan proses tatap muka atau wawancara dengan pejabat pengawas industrinya masing-masing. Kalaupun ada tatap muka jika dianggap perlu.” Bisa saja proses wawancara tatap muka tidak diperlukan.”kata dia.

Namum ia mengingatkan semua semua daftar isian uji kelayakan dan kepatutan harus di isi dengan sebenar-benarnya.” Yang penting apa yang dinyatakan dalam keterangan tertulis itu apa adanya.” Ujar dia. Jika dikemudian hari keterangan tertulis yang tersebut ditemukan ketidakcocokan dengan fakta temuan pengawas maka akan mempengaruhi keputusan uji kelayakan dan kepatutan. Namum kata dia, proses tersebut tidak mengurangi kualitas proses tersebut.

Hadad menyatakan cara baru uji kelayakan dan kepatutan itu telah tertuang POJK( Peraturan Otoritas Jasa Keuangan ).”POJK-nya sudah saya tanda tangani,” kata dia. Untuk diketahui saban tahun OJK melakukan uji kelayakan dan kepatutan hingga 1000-an calon pengurus bank dan asuransi.”Kalau tidak meringkas cara kerja dengan memanfaatkan Teknologi informasi maka kerja kami hanya fit and proper saja.” Tutup.(az).

askrida | Sumber : thebusinessnews.co/2016/07/29/uji-kelayakan-pengurus-bank-dan-asuransi-tak-perlu-tatap-muka