Wajib Paham! Asuransi TIdak Tanggung Mobil Kebanjiran

03 Dec 2015, 09:25


Metrotvnews.com, Jakarta: Menurut perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim hujan diperdiksi berlangsung hingga Februari 2016. Kemungkinan tingginya curah hujan juga diprediksi bakal mengakibatkan banjir di sebagian wilayah Jakarta, serta berbagai daerah di seluruh Indonesia.
 
Carmudi sebagai situs jual beli kendaraan online menganalisa tren banjir tahunan ini, terkait banyaknya kendaraan yang mengalami kerusakan akibat banjir, dan kerugian apa saja yang ditimbulkan. Analisa ini dilakukan agar masyarakat dapat lebih waspada, atas keselamatan kendaraan mereka dari risiko banjir, dan mengetahui kerugian apa saja yang ditimbulkan.
 
Pertengahan Februari 2015 lalu, salah satu perusahaan asuransi di Indonesia telah menerima lebih dari 1800 klaim asuransi kendaraan yang terkena banjir. Hal ini menggambarkan, betapa besarnya kerugian yang ditimbulkan akibat banjir tahunan.
 
Kerugian pertama, kendaraan rusak dan tidak semua kerusakan tersebut bisa diklaim ke asuransi, terkecuali bila kendaraan Anda diasuransikan tipe All Risk dan Paket Plus Perlindungan Bencana Alam.
 
Secara umum, asuransi akan mengganti bila terjadi kerusakan lebih dari 75 persen, pada kendaraan yang murni rusak karena bencana alam. Ini berlaku bila kendaraan Anda secara tidak sengaja terendam banjir dan oleh karenanya mesin utama terendam hingga mati total, bukan karena kelalaian pengemudi yang memaksa menerobos banjir. Apabila ada unsur kesengajaan, maka asuransi berhak menolak klaim asuransi tersebut.
 
Kerugian kedua, bila kendaraan Anda tidak diasuransikan atau klaim asuransi ditolak, Anda harus siap merogoh kocek yang tidak diduga, bahkan bisa merogoh kocek hingga puluhan juta rupiah untuk memperbaiki mobil Anda.
 
Salah satu teknisi bengkel resmi Subaru membeberkan, kerusakan mobil yang terendam banjir sangat bervariasi, mulai dari kerusakan ringan hingga berat. Yang termasuk kerusakan parah yakni, kerusakan mesin utama serta komponennya (Engine Control Unit/ECU, Water Hammer, dan komponen lainnya).
 
Kerugian ketiga, hal ini sering dilakukan sebagai jalan pintas, yakni dengan menjual kendaraan yang terkena banjir. Menjual kendaraan bekas banjir bisa sangat merugikan selain harga jual akan turun drastis. Hal ini diakui oleh dealer mobil bekas rekanan Carmudi, yang menyatakan bahwa setelah musim banjir akan banyak kendaraan yang dijual murah dengan kualitas yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
 
Tidak hanya penjual, pembeli mobil bekas banjir juga akan dirugikan, karena harus menyiapkan dana untuk biaya perbaikan agar normal seperti kondisi awal.

UDA
Sumber: http://otomotif.metrotvnews.com/read/2015/11/26/454844/wajib-paham-asuransi-tidak-tanggung-mobil-kebanjiran