Wapres Ingatkan Perusahaan Asuransi agar Jaga Kepercayaan Masyarakat

12 Oct 2016, 15:59

Jumlah masyarakat pemegang polis asuransi di Indonesia terbilang rendah. Dari sekitar 250 juta penduduk, baru 20 persen yang telah memiliki polis asuransi.

Hal itu disampaikan Ketua Dewan Asuransi Indonesia, Hendrisman Rahim, seusai bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla, di Kantor Wapres, Kamis (6/10/2016). Dalam pertemuan itu, Kalla berpesan agar perusahaan asuransi dapat menjaga kepercayaan masyarakat. “Kalau pakai istilahnya Pak Wakil Presiden, yang dijual (perusahaan) ini angin. Tapi kok bisa jual? Artinya yang dijual itu kepercayaan,” kata Hendrisman.

Hendrisman, Direktur Utama salah satu perusahaan asuransi yang ada di Indonesia, mengatakan, ada korelasi positif antara upaya menjaga kepercayaan masyarakat dengan peningkatan jumlah nasabah pemegang polis. “Kalau kepercayaan masyarakat tinggi, Beliau yakin industri asuransi ini akan menjadi industri yang besar,” ujar dia.

Pada kesempatan itu, Hendrisman sekaligus mengundang Wapres untuk menghadiri kegiatan Hari Berasuransi atau Insurance Day pada 11 November mendatang. Peringatan Hari Asuransi jatuh pada 18 Oktober 2016, sesuai hasil kesepakatan dari 12 negara.

Dalam kegiatan tersebut, akan dijelaskan secara luas pentingnya keberadaan asuransi. “Dan target kami untuk tahun ini memang mengedukasi asuransi ini ada di masyarakat menengah ke bawah yang masuk di UMKM, micro insurance dan segala macamnya. Sehingga peranan pemerintah, dalam hal ini Bapak Wapres dalam menggemakan ini sangat sangat sangat besar, untuk menjadikan Indonesia ini berasuransi,” papar Hendrisman. - Penulis : Dani Prabowo | Editor : Inggried Dwi Wedhaswary -

askrida | Sumber : nasional.kompas.com/read/2016/10/06/13143821/wapres.ingatkan.perusahaan.asuransi.agar.jaga.kepercayaan.masyarakat